8 Amalan Menyambut Ramadhan
Hanya tinggal beberapa hari lagi
bulan ramadhan akan menjelang. Datangnya bulan keberkahan dan ampunan
memberikan harapan untuk meraih segala kebaikan yang ada di dalamnya. Inilah
saatnya untuk menggapai keampunan Allah.
Bagaimanakah rumah setiap muslim
mempersiapkan diri menyambut ramadhan? Ada delapan amal yang perlu kita siapkan
untuk menyambut bulan mulia ini agar ramadhan kita kali ini benar-benar lebih
berarti.
Pertama: Menyediakan waktu untuk
muhasabah diri.
Hendaklah setiap muslim yang akan
menyambut ramadhan mulai menghitung-hitung amal dan dosa yang telah ia lakukan
selama setahun ini. Apakah ramadhannya tahun lalu telah memberikan kepadanya
sinergi untuk melalui sebelas bulan yang kini hampir berlalu?
Menghitung-hitung diri saat
menjelang datangnya ramadhan menjadi sangat penting, sehingga setiap muslim
akan mempunyai azam yang lebih kuat lagi untuk berupaya menggunakan ramadhan
kali ini hanyalah untuk kebaikan dan menggapai segala rahmat dan ampunan Allah
yang ada di dalamnya.
Allah menegaskan di dalam surat
Al- Hasyr :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
"Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa melihat kepada
dirinya apa yang telah ia persiapkan untuk hari esoknya, dan bertakwalah kepada
Allah sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan. Dan
janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga
Allah melupakan diri mereka, merekalah orang-orang yang fasik. (Al-Hasyr:
18-19)
Kedua: Memperbanyak istighfar dan
taubat.
Setiap anak adam pasti pernah
salah dalam kehidupannya. Iman yang selalu naik dan turun, perjalanan hidup
yang banyak godaan pasti akan membuat anak adam pernah terpeleset sehingga
terkotori oleh dosa, dan kotoran itu perlu dibersihkan. Maka istighfar dan
taubat adalah pembersihnya.
Ketiga: Melatih diri dan
anak-anak dengan ibadah romadhan di bulan sya'ban. Seperti melatih berpuasa,
membaca Al-Quran, qiyam, sedekah. dan lain sebagainya.
Dari Aisyah ra, ia berkata:
"Tidaklah saya melihat Rosulullah menyempurnakan satu bulan puasa kecuali
ramdhan, dan tidaklah saya melihat Rosulullah yang paling banyak puasanya
kecuali di bulan sya'ban. (HR. Bukhori)
Habib bin Abi Tsabit apabila
masuk bulan sya'ban ia berkata: "ini adalah bulan para pembaca
Al-Quran".
Keempat: Memperbaiki hubungan
dengan saudara dan keluarga.
Allah berfirman : فاتقوا الله وأصلحوا ذات بينكم
"Bertakwalah kepad Allah dan
perbaiki hubungan diantara kalian".
Memperbaiki kembali hubungan
dalam keluarga menyambut ramadhan akan semakin menambah keharmonisan dalam
keluarga ketika menjalankan ibadah puasa, karena hati yang bersih akan semakin
suci. Maka menjelang ramadahn saatnya untuk saling meminta maaf dan memaafkan.
Kelima: Menjalin silaturrahim
dengan tetangga.
Mendekati bulan yang penuh berkah
hendaklah juga mulai menjalin kembali silaturrahim dengan teman-teman dan para
tetangga, sehingga ketika kita mulai menjalin hubungan dengan Allah, hubungan
dengan sesama telah menjadi baik. Dengan demikian kenyamanan jiwa akan
benar-benar dirasakan ketika berpuasa.
Keenam: Mempersiapkan bekal
keperluan selama bulan ramadhan.
Sehingga ketika telah berada di
bulan ramadhan diharapkan waktu yang ada dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk
memperbanyak ibadah dan tilawah.
Ketujuh: Menghiasi rumah dengan
ayat-ayat dan hadist-hadist berkenaaan dengan keutamaan puasa dan ucapan-ucapan
menyambut ramadhan. Karena tulisan dan ucapan-ucapan itu akan memberikan
motivasi dan kesiapan untuk menyambut bulan yang mulia dan mengisinya dengan
ibadah.
Kedelapan: Menambah ilmu dengan
membaca buku-buku berkenaan dengan ramadhan. Sehingga diharapkan dapat
melaksanakan tuntunan ibadah puasa dengan benar, terhindar dari
kesalahan-kesalahan yang dapat membatalkan ibadah puasa atau mengurangi
nilainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar